Breaking News

Kamis, 21 September 2017

Kisi-Kisi Penilaian Tengah Semester

INDIKATOR SOAL


  • Disajikan Gambar, untuk menentukan tahapan pembelahan sel 
  • Disajikan tabel, untuk menentukan perbedaan pembelahan meiosis dan mitosis 
  • Disajikan gambar alat reproduksi, untuk menunjukkan bagian dan fungsi dengan benar
  • Menentukan fungsi dari bagian alat reproduksi dengan benar
  • Menentukan peran hormone dalam siklus menstruasi
  • Menentukan ciri perkembangan embrio
  • Menjelaskan cara pencegahan penularan penyakit AIDS 
  • Menentukan upaya pencegahan terjangkitnya penyakit reproduksi**


  • Menentukan jenis penyerbukan dan cara  penyerbukan
  • Disajiakan gambar, untuk menentukan macam penyerbukan  
  • Menentukan Fase-fase dalam daur hidup tumbuhan paku 
  • Menjelasskan dalam bentuk diagram proses metagenesis pada tumbuhan lumut**
  • Menentukan jenis hewan dengan cara reproduksinya 
  • Disajikan gambar, untuk menunjukkan cara fertilisasi hewan
  • Menjelaskan perbedaan antara fragmentasi dan partenogenesis pada reproduksi hewan**
  • Menentukan salah satu jenis teknologi reproduksi pada hewan 


  • Menentukan letak substansi genetik
  • Menentukan sifat dari suatu alel
  • Menentukan hasil persilangan monohibrid 
  • Menentukan gamet dari suatu genotip
  • Menentukan jenis genotip 
  • Menentukan ciri sifat dari hasil persilangan dihibrid
  • Menentukan genotip dari persilangan dihibrid
  • Menentukan persentase keturunan dari persilangan dihibrid**



  • Menentukan muatan sebuah atom
  • Menentukan faktor muatan sebuah atom
  • Menentukan besarnya gaya coulomb dua buah muatan
  • Menentukan zat kimia  yang berfungsi untuk  menghantarkan rangsang listrik 
  • Hewan yang mampu mengumpulkan sinyal listrik 
  • Menentukan jenis muatan pada bola bermuatan**
Read more ...

Jumat, 15 September 2017

Materi Pewarisan Sifat


a. Materi Genetik

Setiap sifat dan karakteristik yang ada pada setiap orang adalah warisan dari orang tua yang diwariskan melalui materi genetik yaitu deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Pada suatu untai DNA terdapat unit instruksi atau perintah yang mempengaruhi sifat atau yang menentukan karakteristik setiap makhluk hidup yang disebut gen. Untai DNA yang panjang akan mengalami kondensasi atau pemintalan sehingga menjadi struktur yang lebih padat yang disebut kromosom.

b. Struktur DNA
DNA memiliki struktur seperti suatu untai ganda yang membentuk heliks. Struktur DNA yang panjang tersusun atas satu unit kecil yang disebut dengan nukleotida. Satu unit nukleotida tersusun atas gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Nukleotida ini dapat dibagi menjadi struktur yang lebih kecil disebut nukleosida. Satu unit nukleosida tersusun atas gula deoksiribosa dan basa nitrogen (tanpa gugus fosfat). Ada empat senyawa basa nitrogen yang menyusun DNA yaitu adenin (A) yang selalu berpasangan dengan timin (T), serta guanin (G) yang selalu berpasangan dengan sitosin (C). Basa nitrogen adenin dan guanin dikelompokkan dalam basa purin, sedangkan timin dan sitosin dikelompokkan dalam basa pirimidin.

c. Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat
Materi genetik sangat berperan dalam pewarisan sifat atau karakterkarakter tertentu pada makhluk hidup. Karakter yang mampu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain disebut karakter dominan. Karakter ini akan tampak atau muncul pada individu makhluk hidup. Karakteristik yang kalah atau tertutupi disebut karakter resesif. Gen-gen yang mengkode karakteristik makhluk hidup memiliki variasi. Variasi atau bentuk alternatif dari gen-gen disebut allel, misalnya gen U (mengkode warna ungu pada bunga) dan gen u (mengkode warna putih pada bunga). Contoh lain yaitu  karakter cuping yang terpisah dikode oleh gen G sedangkan karakter cuping melekat di kode gen g. Karakter-karakter fisik (mencangkup bentuk luar, fungsi alat tubuh, dan tingkah laku yang dapat diamati langsung) sebagai akibat perwujudan “expresi” dari gen disebut fenotip. Sedangkan keseluruhan susunan informasi genetik dari suatu individu yang tidak dapat dilihat secara langsung disebut genotip.
Pada sel-sel somatik atau sel tubuh kromosom berada dalam keadaan berpasangan yang disebut dengan keadaan diploid. Pada kariotipe sel gamet tiap kromosom dalam keadaan tidak berpasangan dengan jumlah setengah dari jumlah kromosom sel tubuh (sel somatik), keadaan ini disebut dengan keadaan haploid. Kromosom juga dapat dibedakan menjadi kromosom kelamin atau gonosom yaitu X dan Y , pada kromosom ini terdapat beberapa gen yang berperan dalam mengatur jenis kelamin pada manusia serta kromosom kromosom tubuh atau autosom (selain kromosom kelamin).

 d. Hukum Pewarisan Sifat
(1) Hukum Mendel IBerdasar persilangan yang dilakukan Mendel terhadap ercis yang memiliki satu sifat beda, Mendel menyatakan suatu hukum yang berbunyi “pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan alternatif gen atau variasi gen yang disebut juga alel secara bebas”. Hukum ini dikenal dengan Hukum I Mendel atau Hukum Pemisahan Bebas (Segregasi) Mendel.(2) Hukum Mendel IIBerdasar persilangan yang dilakukan Mendel terhadap ercis yang memiliki dua sifat beda, Mendel menyatakan bahwa saat pembentukan gamet faktor-faktor yang menentukan karakter-karakter berbeda yaitu gen diwariskan secara bebas satu sama lain. Kesimpulan ini selanjutnya dikenal dengan hukum pilihan bebas Mendel atau hukum II Mendel

e. Pewarisan Sifat-sifat pada Manusia
Banyak karakteristik pada tubuh manusia yang dapat dapat diamati secara langsung dan dijelaskan melalui pewarisan sifat, misalnya warna kulit yang diakibatkan oleh gen-gen yang sifatnya kumulatif; bentuk pertumbuhan rambut pada dahi ada yang berbentuk “V” yang dikode oleh gen W (dominan); tipe perlekatan cuping telinga apakah melekat (gg) atau terpisah (GG atau Gg); dan bentuk rambut, dimana rambut keriting dikode oleh gen C (dominan), lurus oleh gen s (resesif terhadap C), dan rambut bergelombang oleh gen Cs.   

f. Pewarisan Kelainan Sifat-Sifat Pada Manusia
Kelainan yang dimiliki seseorang dapat diakibatkan akibat gangguan saat perkembangan dalam rahim atau memang diwariskan dari kedua orang  tua. Contoh kelainan-kelainan yang diwariskan dari orang tua misalnya: albino yang merupakan kelainan yang memiliki karakteristik tidak adanya semua atau sebagian pigmen pada kulit, disebabkan oleh adanya gen resesif dalam keadaan homozigot (aa); buta warna disebabkan adanya gen buta warna yang terpaut atau terletak pada kromosom X, dinotasikan dengan Xcb, orang perempuan yang buta warna memiliki genotip Xcb Xcb, sedangkan orang laki-laki yang buta warna memiliki genotip XcbY; kanker terjadi karena adanya mutasi atau kerusakan pada gen pengontrol pembelahan sel sehingga sel membelah diluar kendali, kerusakan ini dapat disebabkan oleh sinar X, sinar UV, sinar gamma, zat kimia berbahaya atau akibat infeksi virus; Hemofilia adalah kelainan dimana darah sulit untuk menggumpal saat terjadi luka pada bagian tubuh tertentu yang disebabkan tidak dihasilkannya faktor penggumpalan darah dalam tubuh seseorang. Gen hemofilia terletak pada kromosom X dan sering ditandai dengan lambang Xh, orang laki-laki yang menderita hemofilia adalah laki-laki yang memiliki kromosom X yang mengandung gen hemofilia (XhY), wanita yang menderita hemofilia memiliki genotip XhXh namun ia akan meninggal saat dilahirkan bahkan dalam
kandungan.

g. Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup 
Konsep pewarisan sifat telah diterapkan dalam pemuliaan makhluk hidup, yaitu suatu usaha untuk mendapatkan bibit yang unggul. Contoh pemuliaan tumbuhan yang telah dikembangkan yaitu usaha untuk mendapatkan bibit padi yang unggul misalnya varietas Arize, Intani, PPH, Bernas Prima, dan varietas IPB 4S. Varietas unggul ini diperoleh dengan cara persilangan beberapa varietas padi yang memiliki sifat menguntungkan. Selain padi juga ada jagung misalnya Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin, Metro, dan Varietas Bima. Pewarisan sifat juga berperan penting dalam pemuliaan hewan, yaitu dalam rangka untuk menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi, misalnya unggas yang mampu menghasilkan banyak telur atau sapi dengan kualitas susu dan daging yang baik. Selain dengan melalui persilangan pemuliaan makhluk hidup dapat dilakukan melalui rekayasa genetika, yaitu dengan mengubah susunan gen pada suatu organisme.  
Read more ...

Soal dan Jawaban Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan

Soal:
Apa perbedaan antara perkembangbiakan secara generatif dan perkembangbiakan secara vegetatif

Jawaban
Perkembangan secara generatif:
  • Didahului dengan peristiwa pembuahan
  • Melibatkan 2 induk
  • Individu baru mempunyaisifat perpaduan dari 2 induk


Perkembangan secara vegetatif
  • Tanpa pembuahan
  • Hanya melibatkan satu induk
  • Individu baru mempunyai sifat sama dengan induknya

Read more ...

Kamis, 14 September 2017

Rangkuman Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan


  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah reproduksi tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Reproduksi aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggunakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Reproduksi aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel dan setek. Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Reproduksi seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.
  5. Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Reproduksi aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji
  6. Tumbuhan paku (Pteridhophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit. Reproduksi seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin.Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora.
  7. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami reproduksi seksual dan aseksual pada satu kali siklus hidupnya. Reproduksi seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gametofit. Pada tahap sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Reproduksi lumut secara aseksual dapat melalui gemmae atau kuncup.
  8. Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  9. Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual melalui tunas, fragmentasi, dan partenogenesis.
  10. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar dan ovovivipar.
  11. Beberapa hewan dapat mengalami tahap reproduksi seksual dan tahap reproduksi aseksual dalam satu kali siklus hidup, misalnya pada ubur-ubur.
  12. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempuna dan metamorfosis tidak sempurna.
  13. Teknologi reproduksi pada hewan ialah melalui inseminasi buatan.
  14. Hewan dan tumbuhan terjaga kelangsungan hidupnya selain melalui reproduksi juga melalui peristiwa adaptasi dan seleksi alam
Read more ...

Rabu, 13 September 2017

Belajar HTML

Cara membuat komentar di HTML
Untuk membuat komentar di HTML, kita menggunakan awalan <!-- dan penutup -->


Membuat label
Untuk menambahkan label: postingan>edit entri>setelan entri, klik Label, beri label>selesai

Buka pengaturan Tata Letak>klik Tambahkan Gadget>cari Label>klik tanda + >beri judul label>klik simpan


Read more ...

Selasa, 12 September 2017

Cara Membuat Halaman Statis di Blogspot

Apa itu halaman statis?
Biasanya saat kita membuka halaman blogspot, maka halaman yang pertama ditampilkan adalah halaman yang berisi postingan-postingan berdasarkan urutan terakhir sebuah posting dipublikasikan.
Dengan membuat halaman statis maka tampilan halaman utama menjadi tidak pernah berubah.

Berikut ini langkah-langkah untuk membuat halaman statis:
I

  • login ke akun blogspot
  • pilih tab "Laman" di sebelah kiri
  • pilih "Laman baru"
  • isikan artikel yang ingin ditampilkan di halaman pertama
  • klik publish


II

  • pilih tab "Setelan"
  • pilih "Preferensi penelusuran"
  • klik "Edit" pada Pengalihan Khusus, akan muncul dua kolom. Kolom pertama (Dari) diisi denan "/" tanpa tanda petik. Kolom kedua (kepada) diisi dengan link Laman yang telah dibuat sebelumnya, contoh "/p/awal.html"
  • pilih Simpan
  • pilih Simpan perubahan


III

  • Lakukan pengaturan(Edit) pada Tata Letak
Read more ...

Selasa, 22 Agustus 2017

Cara Mengatur Format Teks di Blog

Kode-kode HTML yang bisa digunakan untuk mengatur format text


Membuat paragraf

<p/>

Membuat baris baru

<br/>

Baris pertama agak menjorok

<p style="text-indent:30px;">teks</p>

Teks di bawah

<sub>Teks anda</sub>
Contoh:
Teks  bawah teks

Teks di atas

<sup>teks anda</sup>
Contoh:
teks di atas teks di atas teks

Mengatur ukuran teks

<font color="orange" size="15px">Teks</font>

Teks stabilo

<span style="background-color:
#ffc1e0;">Teks</span>
Contoh:
teks stabilo


Teks dicoret

<s>teks anda</s> 
Contoh:
teks dicoret

Teks bergaris bawah

<u>teks anda</u>
Contoh:
teks bergaris di bawah

Teks mesin ketik

<tt>teks anda</tt>
Contoh:
teks mesin ketik


Teks berjalan (marquee)

<marquee>tulisan jalan</marquee>
Contoh:
tulisan jalan



Read more ...

Senin, 21 Agustus 2017

RPP Kelas 7 Semester 1 Klasifikasi Makhluk Hidup


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah              : SMP/MTs .......................
Mata Pelajaran    : IPA
Kelas/Semester   : VII/Satu
Materi Pokok      : Klasifikasi Makhluk Hidup dan Benda
Alokasi Waktu     : 4 Pertemuan (10 JP)



A. KOMPETENSI INTI

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifk
sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.


B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENcAPAIAN KOMPETENSI
















C. TUJUAN PEMBELAJARANPERTEMUAN PERTAMA
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif, siswa dapat:1) mengidentifkasi ciri-ciri makhluk hidup dan benda,2) membedakan ciri pada makhluk hidup dan benda. 

PERTEMUAN KEDUA
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif, siswa dapat:
1) mengelompokkan beberapa mahkluk hidup atau benda dalam
satu kelompok berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang
dimiliki,

2) menyusun kunci determinasi sederhana dengan bantuan LKS,
3) dapat menggunakan kunci determinasi sederhana untuk mengidentifkasi ciri-ciri beberapa makhluk hidup.
4) mendeksripsikan pentingnya pengelompokan makhluk hidup.

PERTEMUAN KETIGA
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif, siswa dapat:
1) mendeksripsikan ciri-ciri makhluk hidup pada masing-masing
kingdom dalam sistem 5-kingdom,

2) memberi contoh makhluk\ hidup dalam satu kelompok kingdom
tertentu.


Fokus nilai-nilai sikap: kepedulian dan tanggung jawab!


D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi pembelajaran reguler
a. Perbedaan makhluk hidup dan benda
b. Prosedur pengelompokan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi
c. Sistem taksonomi
d. Nama ilmiah makhluk hidup
e. Klasifkasi makhluk hidup sistem 5-kingdom
2. Materi pembelajaran pengayaan
a. Klasifkasi tumbuhan berdasarkan fungsinya
3. Materi pembelajaran remedial
a. Klasifkasi 5 kingdom

E. METODE PEMBELAJARAN
Pembelajaran Kooperatif
- Tipe Teams-Games-Tournaments/TGT (Pertemuan 1)
- Tipe
Student Teams-Achievement Division/STAD (Pertemuan 2)
- Tipe Jigsaw (Pertemuan 3)


E. MEDIA DAN BAHAN

1. Media
Beberapa contoh benda hidup dan tak hidup
Gambar beberapa macam tumbuhan
Gambar beberapa macam hewan
LKS Bergembira dengan Klasifkasi Dikotom
LKS Menggunakan Kunci Determinasi Sederhana

2. Alat dan bahan





F. SUMBER BELAJAR
Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Buku Siswa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal. 55-98.
Wahono, dkk. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII
Buku Guru
. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal. 71-108.
Wasis, dkk. 2008.
Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 226-237.

Hand-out Klasifkasi Makhluk Hidup  

G. LANGKAH–LANGKAH PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1
a. Pendahuluan (10 menit )
1) Guru menyampaikan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Fase 1: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa

2) Motivasi: mendeskripsikan ciri-ciri alat tulis, dilanjut tanya jawab hingga diperoleh pemahaman bahwa setiap benda memiliki
persamaan dan perbedaan ciri sebagai dasar klasifkasi makhluk
hidup dan benda.
3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian.


b. Kegiatan inti (50 menit)

Fase 2: Menyajikan informasi

1) Siswa membaca buku siswa tentang ciri-ciri hidup pada makhluk hidup dan menggarisbawahi kalimat-kalimat penting.
2) Siswa mengamati dua macam benda yaitu ikan di akuarium dan boneka ikan atau mainan elektrik berbentuk ikan (atau contoh makhluk hidup dan benda lain yang setara).

Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

3) Siswa berkelompok yang terdiri dari 4-5 anak dengan kemampuan akademik yang beragam.
4) Pada tahap ini, peran guru sangat penting dalam menentukan anggota kelompok. Karena pada pertemuan ini menggunakan tipe TGT (permainan turnamen antar kelompok), maka dalam
satu kelompok, harus ada anggota yang memiliki kemampuan akademik tinggi, cukup, dan rendah. Pada saat lomba anggota kelompok berkemampuan tinggi akan bertanding dengan anggota kelompok lain yang memiliki kemampuan sama. demikian juga dengan anggota kelompok dengan kemampuan sedang dan rendah.
 


Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar

5) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membandingkan kedua
benda tersebut dan menunjukkan sebanyak-banyaknya ciri-ciri
hidup yang tampak.

6) Hasil diskusi dituliskan pada selembar kertas dan ditempelkan di
dinding kelas atau di papan yang disediakan.

7) Presentasi hasil dengan kegiatan ‘window shopping’. Anggota kelompok berbagi tugas, satu orang siswa sebagai penjaga dan siswa
yang lain sebagai pengunjung. Penjaga bertugas untuk menjelaskan hasil diskusi kepada anggota kelompok lain yang berkunjung
ke kelompoknya.

8) Setelah semua kelompok dikunjungi, pengunjung berbagi informasi hasil kunjungan kepada pasangannya sehingga mendapatkan informasi yang sama.
9) Presentasi hasil diskusi oleh beberapa kelompok, guru memberikan umpan balik.
10) Guru mengkonfrmasi hasil diskusi seluruh kelompok dan
membimbing siswa untuk membuat rangkuman tentang ciri-ciri
makhluk hidup.


d. Penutup (20 menit)
1) Guru memfasilitasi siswa untuk membuat simpulan hasil pembelajaran hari ini.

Fase 5: Evaluasi

2) Guru merancang pelaksanaan turnamen antar kelompok. Sebelumnya guru sudah membuat kartu-kartu soal sebanyak jumlah
siswa ditambah beberapa soal untuk cadangan.

3) Kartu-kartu soal diletakkan di meja depan (meja turnamen).
4) Setiap satu anggota masing-masing kelompok dengan kemampuan setara maju ke meja turnamen untuk bertanding.
5) Satu siswa mengambil kartu soal, mencoba menjawab. Jika jawaban benar akan memperoleh poin, jika jawaban salah maka siswa yang lain berebut untuk menjawab. Jika semua siswa yang
maju tidak dapat menjawab, maka diperebutkan oleh kelompok.
 
6) Kelompok dengan poin tertinggi menjadi juara turnamen.

Fase 6: Memberikan penghargaan

7) Guru memberikan penghargaan untuk kelompok dengan hasil
terbaik.

8) Guru memberi tugas untuk membawa kertas origami atau kertas
lipat (atau disediakan oleh guru).

9) Siswa merapikan ruangan kelas agar siap untuk pembelajaran
berikutnya.


PERTEMUAN 2
a. Pendahuluan (10 menit )
1) Guru menyampaikan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Fase 1: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa

2) Motivasi: tayangan gambar toko swalayan dan pasar tradisional.
Siswa mendeskripsikan perbedaan dari kedua gambar tersebut.
Tanya jawab dilakukan hingga didapatkan kesimpulan tentang
pentingnya pengelompokan dan tujuan pengelompokan benda.

3) Guru membagikan LKS: “Bergembira dengan Klasifkasi Dikotom” (LKS juga terdapat dalam buku siswa).
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian.

b. Kegiatan inti (80 menit)

Fase 2: Menyajikan informasi
1) Siswa membaca buku siswa dan hand-out tentang pengertian
klasifkasi dan bagaimana ilmuwan mengelompokkan makhluk
hidup, dan mencatat ide-ide penting dari bacaan tersebut.

2) Guru memodelkan klasifkasi dengan sistem dikotomi menggunakan alat-alat tulis yang dimiliki siswa.

Fase 3: mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

3) Siswa berkelompok heterogen dengan anggota 4-5 anak.

Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar

4) Semua kelompok bekerja dan belajar dengan menggunakan LKS
‘Bergembira dengan Kunci Dikotomis’. Hasil diskusi ditulis di selembar kertas.

5) Searah jarum jam masing-masing kelompok bertukar hasil diskusi.
6) Setiap kelompok menanggapi hasil diskusi kelompok lain, ditulis di kertas post-it.
7) Setiap kelompok menanggapi tulisan-tulisan pada kertas post it
yang mereka peroleh dan disampaikan di depan kelas.

8) Secara berkelompok diskusi dengan LKS ‘Menggunakan Kunci
Dikotomi Sederhana’.

9) Hasil diskusi disampaikan di depan kelas. Guru memberikan
umpan balik terhadap hasil diskusi yang telah disampaikan.


c. Penutup (30 menit)
1) Guru membimbing penyimpulan hasil diskusi.

Fase 5: Evaluasi

2) Siswa mengerjakan soal postes 2 tentang pengelompokan makhluk hidup dan menggunakan kunci determinasi.
3) Hasilnya dibahas dan dinilai bersama.
4) Masing-masing siswa membandingkan skor yang mereka peroleh dengan skor dasar mereka (skor postes pertemuan sebelumnya).
5) Skor perkembangan masing-masing anggota kelompok dijumlahkan dan dirata-rata. Kelompok dengan rata-rata skor perkembangan tertinggi menjadi kelompok terbaik. 
 6) Guru memberikan penghargaan untuk kelompok yang memperoleh rata-rata skor perkembangan tertinggi.
7) Siswa membersihkan lantai kelas dan membuang sampah pada
tempatnya.


PERTEMUAN 3

a. Pendahuluan (10 menit)
1) Guru menyampaikan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

Fase 1: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa

2) Guru memotivasi siswa dengan menayangkan gambar beberapa makhluk hidup yang berada dalam satu kelompok klasifkasi.
3) Guru membimbing tanya jawab hingga diperoleh pemahaman bahwa contoh makhluk hidup tersebut dikelompokkan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian.

b. Kegiatan inti (60 menit)

Fase 2: menyajikan informasi

1) Siswa membaca buku dan hand-out tentang klasifkasi sistem
5-kingdom, dan menggarisbawahi hal-hal yang penting.


Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

2) Siswa berkelompok dengan anggota 5-6 anak (kelompok asal).
3) Membentuk 5 kelompok baru dengan anggota yang berasal dari
perwakilan masing-masing kelompok asal (kelompok ahli). Masing-masing kelompok diberi nama Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia
 

4) Kelompok ahli berdiskusi mengenai ciri-ciri (karakteristik) masing-masing kingdom dan contoh-contoh makhluk hidup pada
kelompok makhluk hidup tersebut.
5) Selesai diskusi kelompok ahli, semua anggota kembali ke kelompok awal.
6) Pada kelompok awal, masing-masing anggota berbagi informasi
tentang hasil diskusi dikelompok ahli.

7) Guru mengingatkan bahwa setiap siswa bertanggung jawab untuk memahamkan teman dalam satu kelompoknya tentang informasi yang telah mereka dapatkan dikelompok ahli.

c. Penutup (10 menit)
1) Guru membimbing penyimpulan hasil diskusi.
2) Guru dan siswa merefleksi hasil pembelajaran.
3) Siswa membersihkan lantai kelas dan membuang sampah pada tempatnya.


PERTEMUAN 4

Fase 5: evaluasi

a. Penilaian harian (40 menit)

1) Koreksi bersama.
2) Nilai yang diperoleh dibandingkan dengan skor postes sebelumnya, sehingga diperoleh skor perkembangan.

Fase 6: Memberikan penghargaan

3) Pemberian penghargaan untuk kelompok yang memperoleh rata-rata skor perkembangan yang tertinggi.

b. Kegiatan remedial dan pengayaan (40 menit)

4) Kegiatan remedial untuk siswa yang belum tuntas.
5) Kegiatan pengayaan untuk siswa yang sudah tuntas: mengelompokan tumbuhan berdasarkan manfaatnya 

H. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a. Sikap Spiritual
 

 2. Instrumen Penilaian
a. Pertemuan pertama
1) Lampiran 1a dan 1b
2) Lampiran 2a: Soal-soal turnamen
b. Pertemuan kedua
1) Lampiran 1a dan1b
2) Lampiran 2b: Soal Postes 1
3) Lampiran 3a: Lembar Penilaian Menyusun Kunci Determinasi
Sederhana
4) Lampiran 3b: Lembar Penilaian Laporan Hasil Klasifkasi
c. Pertemuan ketiga
1) Lampiran 1a dan 1b
d. Pertemuan keempat
1) Lampiran 2c: Soal Penilaian Harian
3. Pembelajaran remedialPembelajaran remedial dilaksanakan berdasarkan hasil analisis hasil
penilaian harian.
a. Belum tuntas secara klasikal: pembelajaran ulang (2 jp)
b. Belum tuntas secara individual: belajar kelompok atau tutor sebaya.

4. Pembelajaran pengayaanPenugasan berkelompok di luar jam pelajaran.
Mengetahui Jakarta, ........................ 2016
Kepala SMP/MTs . . . Guru Mata Pelajaran

…………………..                                                                          ………………………
NIP.                                                                                                 NIP.
 
Read more ...

Minggu, 20 Agustus 2017

Buku IPA Kurikulum 2013

Di bawah ini buku buku IPA yang dapat didonwload:
1. Buku Guru IPA Kelas 7 (tahun 2017) klik disini
2. Buku Siswa IPA Kelas 7 Semester 1 (tahun 2017) klik disini
3. Buku Siswa IPA Kelas 7 Semester 2 (tahun 2017) klik disini 
4. Buku Guru IPA Kelas 8 (tahun 2017) klik disini
5. Buku Siswa IPA Kelas 8 Semester 1 (tahun 2017) klik disini
6. Buku Siswa IPA Kelas 8 Semester 2 (tahun 2017) klik disini
7. Buku Guru IPA Kelas 9 (tahun 2015) klik disini
8. Buku Siswa IPA Kelas 9 Semester 1 (tahun 2015) klik disini
9. Buku Siswa IPA Kelas 9 Semester 2 (tahun 2015) klik disini

Petunjuk:
"Klik disini" apabila diklik, akan membuka jendela baru berisi buku siswa/guru pada Google Drive. Untuk mendowload ke dalam komputer tekan tombol panah bawah (download) yang berada di bagian kanan atas.
Read more ...

Cara Membuat Soal Online di Google Drive


Langkah-langkah membuat soal online di Google Drive:
1. Buka drive.google.com, login dengan akun google anda
2. Klik New-More-Google Forms
3. Buat Nama formulir
4. Klik Pertanyaan Tanpa Judul untuk menuliskan soal
5. Klik Opsi Untuk menuliskan pilihan jawaban
6. Tanda + untuk menambah soal

Menjadikan kuis/soal:
1. Klik ikon gerigi
2. Klik tab kuis
3. Klik jadikan ini sebagai kuis
4. Klik tombol simpan

5. Klik pada pilihan jawabah untuk membuat kunci jawaban, isikan poin untuk menentukan skor nilai
6. Klik KIRIM jika soal selesai dibuat
7. Klik ikon lonjong di tengah untuk mendapatkan link untuk membuka soal online
8. Copy link soal
Read more ...

Kumpulan Tutorial


Cara membuat menu di blog disini
Membuat Soal Online dengan Google Form disini

Read more ...

Soal Online Kelas 9

Berikut ini soal online yang bisa dikerjakan!


1. Sistem Reproduksi Pada Manusia


2. Sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan

3. Pewarisan sifat


4. Listrik Statis

  • Soal Online Pilihan Ganda


InsyaAlloh akan selalu diupdate..





Read more ...

Komponen dan Format RPP

Komponen dan sistematika RPP berikut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

1.  KomponenRPP
a.       identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b.      identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.       kelas/semester;
d.      materi pokok;
e.      alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f.       tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.       kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h.      materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i.        metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
j.        media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k.      sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l.        langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m.    penilaian hasil pembelajaran. 


2. Format RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP...)
Sekolah :
Mata Pelajaran :
Kelas/ Semester :
Materi Pokok :
Alokasi Waktu :

A. Kompetensi Inti
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
C. Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran reguler
2. Materi pembelajaran pengayaan
3. Materi pembelajaranp remedial
E. Metode Pembelajaran
F. Media dan Bahan
G. Sumber Belajar
H. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pertemuan pertama
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
c. Kegiatan Penutup
2. Pertemuan Kedua

….
Dst…

I. Penilaian
1. Teknik penilaian
a. Sikap spiritual
b. Sikap sosial
c. Pengetahuan
d. Keterampilan
    2.Pembelajaran Remedial
    3. Pembelajaran Pengayaan 

                                                                 Blora,                            2017
Mengetahui
Kepala SMP                                                Guru Mata Pelajaran



_______________                                     ______________
NIP.                                                            NIP.  

Read more ...

Materi IPA Kelas 9 Kurikulum 2013


Semester I

I. Sistem Reproduksi Pada Manusia
  • Pembelahan sel
  • Sistem reproduksi manusia
  • Kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi
  • Pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi

II. Sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan
  • Reproduksi pada tumbuhan
  • Teknologi reproduksi pada tumbuhan
  • Reproduksi pada hewan
  • Teknologi reproduksi pada hewan

III. Pewarisan sifat

  • Materi genetik
  • Hukum pewarisan sifat
  • Pewarisan sifat pada manusia
  • Kelainan sifat menurun pada manusia
  • Penerapan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup
  • Adaptasi dan seleksi alam

IV. Listrik Statis

  • ·Interaksi antara muatan listrik
  • ·Gaya listrik
  •  Potensial listrik
  •  Kelistrikan pada sistem saraf
  •  Hewan yang mengandung listrik


Read more ...

Materi IPA Kelas 9 Kurikulum 2013

Semester I I . Sistem Reproduksi  Pada Manusia Pembelahan sel Sistem reproduksi manusia Kelainan dan penyakit pada sistem ...

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Sagusablog