KOMPETENSI DASAR
3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada
manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga
kesehatan sistem pernapasan
4.9
Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan
MATERI ESENSIAL
a. Bernapas merupakan proses menghirup udara (inhalasi/inspirasi) dan menghembuskan udara (ekhalasi/ekspirasi) yang melibatkan pertukaran udara antara atmosfer dengan alveolus paru-paru
b. Sistem pernapasan manusia tersusun atas hidung, faring (tenggorokan), laring (ruang suara), trakea (batang tenggorokan), bronkus, dan paruparu.
c. Secara struktural, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama. (1) Sistem pernapasan bagian atas, meliputi hidung dan faring. (2) Sistem pernapasan bagian bawah, meliputi laring, trakea, bronkus, dan paru-paru. Secara fungsional, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama. (1) Zona penghubung, tersusun atas serangkaian rongga dan saluran yang saling terhubung baik di luar maupun di dalam paruparu, meliputi hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Fungsi dari bagian penghubung yaitu menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara serta menyalurkan udara menuju paru-paru. (2) Zona respirasi tersusun atas jaringan dalam paru-paru yang berperan dalam pertukaran gas yaitu alveolus.
d. Hidung dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, selaput lendir, dan konka. Rambut-rambut hidung berfungsi untuk menyaring partikel debu atau kotoran yang masuk bersama udara. Selaput lendir sebagai perangkap benda asing yang masuk terhirup saat bernapas, misalnyadebu, virus, dan bakteri. Konka mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menyamakan suhu udara yang terhirup dari luar dengan suhu tubuh atau menghangatkan udara yang masuk ke paru-paru.
e. Faring merupakan organ pernapasan yang terletak di belakang (posterior) rongga hidung hingga rongga mulut dan di atas laring (superior). Faring berfungsi sebagai jalur masuk udara dan makanan, ruang resonansi suara, serta tempat tonsil yang berpartisipasi pada reaksi kekebalan tubuh dalam melawan benda asing
f. Laring atau ruang suara merupakan organ pernapasan yang menghubungkan faring dengan trakea. Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara .
g. Epiglotis berfungsi mencegah masuknya makanan atau benda asing lain ke dalam laring dan trakea,
h. Trakea merupakan saluran yang menghubungkan laring dengan bronkus. Dindingnya tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Fungsi silia pada dinding trakea untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.
i. Paru-paru dibungkus oleh selaput rangkap dua yang disebut pleura. Pleura berupa kantung tertutup yang berisi cairan limfa. Pleura berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis.
j. Di dalam paru-paru terdapat jaringan yang berperan dalam pertukaran gas oksigen dan gas karbon dioksida yaitu alveolus.
k. Mekanisme pernapasan dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi akibat adanya kontraksi dan relaksasi otot-otot antar tulang rusuk bagian luar (otot eksternal interkostalis). Pernapasan perut terjadi akibat adanya kontraksi dan relaksasi otot diafragma.
l. Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis kelamin, posisi tubuh, kegiatan tubuh, umur, dan suhu tubuh.
m. Umur, pada umumnya semakin bertambah umur seseorang maka semakin rendah frekuensi pernapasannya
n. Pada umumnya laki-laki lebih banyak bergerak sehingga lebih banyak memerlukan energi. Kebutuhan oksigen dan produksi CO2 pada pria juga lebih tinggi.
o. Semakin tinggi suhu tubuh maka semakin cepat frekuensi pernapasannya. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan proses metabolisme.
p. Ketika tubuh memerlukan banyak energi maka tubuh perlu lebih banyak oksigen sehingga frekuensi pernapasan meningkat.
q. Volume udara yang digunakan dalam proses pernapasan ada beberapa macam. Volume tidal, yaitu volume udara yang keluar masuk paru-paru saat tubuh melakukan inspirasi atau ekspirasi biasa (normal). Volume cadangan ekspirasi, yaitu volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal dari paru-paru setelah melakukan ekspirasi biasa. Volume cadangan inspirasi, yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru setelah melakukan inspirasi secara biasa. Volume residu, yaitu volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru meskipun telah melakukan ekspirasi secara maksimal.
r. Gangguan yang dapat terjadi pada sistem pernapasan, antara lain asma, pneumonia, tuberculosis, faringitis, tonsillitis, influenza, dan kanker paru-paru.
s. Asma merupakan kelainan yang ditandai dengan peradangan kronis, hipersensitivitas, dan penyempitan pada saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat terjadi akibat kontraksi secara terus-menerus otot polos penyusun dinding bronkus atau bronkiolus, terlalu banyaknya sekresi mukus atau lendir, dan rusaknya epitelium dinding bronkus atau bronkiolus
t. Pneumonia merupakan infeksi atau inflamasi pada bronkiolus dan alveolus. Penyebab terjadinya pneumonia, antara lain karena infeksi dari virus, bakteri, jamur dan parasit lainnya. Namun, umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia.
u. Penyakit TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
v. Faringitis adalah infeksi pada faring oleh kuman penyakit, seperti virus, bakteri, maupun jamur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar