Breaking News

Kamis, 21 September 2017

Kisi-Kisi Penilaian Tengah Semester

INDIKATOR SOAL


  • Disajikan Gambar, untuk menentukan tahapan pembelahan sel 
  • Disajikan tabel, untuk menentukan perbedaan pembelahan meiosis dan mitosis 
  • Disajikan gambar alat reproduksi, untuk menunjukkan bagian dan fungsi dengan benar
  • Menentukan fungsi dari bagian alat reproduksi dengan benar
  • Menentukan peran hormone dalam siklus menstruasi
  • Menentukan ciri perkembangan embrio
  • Menjelaskan cara pencegahan penularan penyakit AIDS 
  • Menentukan upaya pencegahan terjangkitnya penyakit reproduksi**


  • Menentukan jenis penyerbukan dan cara  penyerbukan
  • Disajiakan gambar, untuk menentukan macam penyerbukan  
  • Menentukan Fase-fase dalam daur hidup tumbuhan paku 
  • Menjelasskan dalam bentuk diagram proses metagenesis pada tumbuhan lumut**
  • Menentukan jenis hewan dengan cara reproduksinya 
  • Disajikan gambar, untuk menunjukkan cara fertilisasi hewan
  • Menjelaskan perbedaan antara fragmentasi dan partenogenesis pada reproduksi hewan**
  • Menentukan salah satu jenis teknologi reproduksi pada hewan 


  • Menentukan letak substansi genetik
  • Menentukan sifat dari suatu alel
  • Menentukan hasil persilangan monohibrid 
  • Menentukan gamet dari suatu genotip
  • Menentukan jenis genotip 
  • Menentukan ciri sifat dari hasil persilangan dihibrid
  • Menentukan genotip dari persilangan dihibrid
  • Menentukan persentase keturunan dari persilangan dihibrid**



  • Menentukan muatan sebuah atom
  • Menentukan faktor muatan sebuah atom
  • Menentukan besarnya gaya coulomb dua buah muatan
  • Menentukan zat kimia  yang berfungsi untuk  menghantarkan rangsang listrik 
  • Hewan yang mampu mengumpulkan sinyal listrik 
  • Menentukan jenis muatan pada bola bermuatan**
Read more ...

Jumat, 15 September 2017

Materi Pewarisan Sifat


a. Materi Genetik

Setiap sifat dan karakteristik yang ada pada setiap orang adalah warisan dari orang tua yang diwariskan melalui materi genetik yaitu deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Pada suatu untai DNA terdapat unit instruksi atau perintah yang mempengaruhi sifat atau yang menentukan karakteristik setiap makhluk hidup yang disebut gen. Untai DNA yang panjang akan mengalami kondensasi atau pemintalan sehingga menjadi struktur yang lebih padat yang disebut kromosom.

b. Struktur DNA
DNA memiliki struktur seperti suatu untai ganda yang membentuk heliks. Struktur DNA yang panjang tersusun atas satu unit kecil yang disebut dengan nukleotida. Satu unit nukleotida tersusun atas gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan basa nitrogen. Nukleotida ini dapat dibagi menjadi struktur yang lebih kecil disebut nukleosida. Satu unit nukleosida tersusun atas gula deoksiribosa dan basa nitrogen (tanpa gugus fosfat). Ada empat senyawa basa nitrogen yang menyusun DNA yaitu adenin (A) yang selalu berpasangan dengan timin (T), serta guanin (G) yang selalu berpasangan dengan sitosin (C). Basa nitrogen adenin dan guanin dikelompokkan dalam basa purin, sedangkan timin dan sitosin dikelompokkan dalam basa pirimidin.

c. Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat
Materi genetik sangat berperan dalam pewarisan sifat atau karakterkarakter tertentu pada makhluk hidup. Karakter yang mampu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain disebut karakter dominan. Karakter ini akan tampak atau muncul pada individu makhluk hidup. Karakteristik yang kalah atau tertutupi disebut karakter resesif. Gen-gen yang mengkode karakteristik makhluk hidup memiliki variasi. Variasi atau bentuk alternatif dari gen-gen disebut allel, misalnya gen U (mengkode warna ungu pada bunga) dan gen u (mengkode warna putih pada bunga). Contoh lain yaitu  karakter cuping yang terpisah dikode oleh gen G sedangkan karakter cuping melekat di kode gen g. Karakter-karakter fisik (mencangkup bentuk luar, fungsi alat tubuh, dan tingkah laku yang dapat diamati langsung) sebagai akibat perwujudan “expresi” dari gen disebut fenotip. Sedangkan keseluruhan susunan informasi genetik dari suatu individu yang tidak dapat dilihat secara langsung disebut genotip.
Pada sel-sel somatik atau sel tubuh kromosom berada dalam keadaan berpasangan yang disebut dengan keadaan diploid. Pada kariotipe sel gamet tiap kromosom dalam keadaan tidak berpasangan dengan jumlah setengah dari jumlah kromosom sel tubuh (sel somatik), keadaan ini disebut dengan keadaan haploid. Kromosom juga dapat dibedakan menjadi kromosom kelamin atau gonosom yaitu X dan Y , pada kromosom ini terdapat beberapa gen yang berperan dalam mengatur jenis kelamin pada manusia serta kromosom kromosom tubuh atau autosom (selain kromosom kelamin).

 d. Hukum Pewarisan Sifat
(1) Hukum Mendel IBerdasar persilangan yang dilakukan Mendel terhadap ercis yang memiliki satu sifat beda, Mendel menyatakan suatu hukum yang berbunyi “pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan alternatif gen atau variasi gen yang disebut juga alel secara bebas”. Hukum ini dikenal dengan Hukum I Mendel atau Hukum Pemisahan Bebas (Segregasi) Mendel.(2) Hukum Mendel IIBerdasar persilangan yang dilakukan Mendel terhadap ercis yang memiliki dua sifat beda, Mendel menyatakan bahwa saat pembentukan gamet faktor-faktor yang menentukan karakter-karakter berbeda yaitu gen diwariskan secara bebas satu sama lain. Kesimpulan ini selanjutnya dikenal dengan hukum pilihan bebas Mendel atau hukum II Mendel

e. Pewarisan Sifat-sifat pada Manusia
Banyak karakteristik pada tubuh manusia yang dapat dapat diamati secara langsung dan dijelaskan melalui pewarisan sifat, misalnya warna kulit yang diakibatkan oleh gen-gen yang sifatnya kumulatif; bentuk pertumbuhan rambut pada dahi ada yang berbentuk “V” yang dikode oleh gen W (dominan); tipe perlekatan cuping telinga apakah melekat (gg) atau terpisah (GG atau Gg); dan bentuk rambut, dimana rambut keriting dikode oleh gen C (dominan), lurus oleh gen s (resesif terhadap C), dan rambut bergelombang oleh gen Cs.   

f. Pewarisan Kelainan Sifat-Sifat Pada Manusia
Kelainan yang dimiliki seseorang dapat diakibatkan akibat gangguan saat perkembangan dalam rahim atau memang diwariskan dari kedua orang  tua. Contoh kelainan-kelainan yang diwariskan dari orang tua misalnya: albino yang merupakan kelainan yang memiliki karakteristik tidak adanya semua atau sebagian pigmen pada kulit, disebabkan oleh adanya gen resesif dalam keadaan homozigot (aa); buta warna disebabkan adanya gen buta warna yang terpaut atau terletak pada kromosom X, dinotasikan dengan Xcb, orang perempuan yang buta warna memiliki genotip Xcb Xcb, sedangkan orang laki-laki yang buta warna memiliki genotip XcbY; kanker terjadi karena adanya mutasi atau kerusakan pada gen pengontrol pembelahan sel sehingga sel membelah diluar kendali, kerusakan ini dapat disebabkan oleh sinar X, sinar UV, sinar gamma, zat kimia berbahaya atau akibat infeksi virus; Hemofilia adalah kelainan dimana darah sulit untuk menggumpal saat terjadi luka pada bagian tubuh tertentu yang disebabkan tidak dihasilkannya faktor penggumpalan darah dalam tubuh seseorang. Gen hemofilia terletak pada kromosom X dan sering ditandai dengan lambang Xh, orang laki-laki yang menderita hemofilia adalah laki-laki yang memiliki kromosom X yang mengandung gen hemofilia (XhY), wanita yang menderita hemofilia memiliki genotip XhXh namun ia akan meninggal saat dilahirkan bahkan dalam
kandungan.

g. Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup 
Konsep pewarisan sifat telah diterapkan dalam pemuliaan makhluk hidup, yaitu suatu usaha untuk mendapatkan bibit yang unggul. Contoh pemuliaan tumbuhan yang telah dikembangkan yaitu usaha untuk mendapatkan bibit padi yang unggul misalnya varietas Arize, Intani, PPH, Bernas Prima, dan varietas IPB 4S. Varietas unggul ini diperoleh dengan cara persilangan beberapa varietas padi yang memiliki sifat menguntungkan. Selain padi juga ada jagung misalnya Hibrida C 1, Hibrida CP 1 dan CPI 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin, Metro, dan Varietas Bima. Pewarisan sifat juga berperan penting dalam pemuliaan hewan, yaitu dalam rangka untuk menghasilkan hewan ternak berkualitas tinggi, misalnya unggas yang mampu menghasilkan banyak telur atau sapi dengan kualitas susu dan daging yang baik. Selain dengan melalui persilangan pemuliaan makhluk hidup dapat dilakukan melalui rekayasa genetika, yaitu dengan mengubah susunan gen pada suatu organisme.  
Read more ...

Soal dan Jawaban Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan

Soal:
Apa perbedaan antara perkembangbiakan secara generatif dan perkembangbiakan secara vegetatif

Jawaban
Perkembangan secara generatif:
  • Didahului dengan peristiwa pembuahan
  • Melibatkan 2 induk
  • Individu baru mempunyaisifat perpaduan dari 2 induk


Perkembangan secara vegetatif
  • Tanpa pembuahan
  • Hanya melibatkan satu induk
  • Individu baru mempunyai sifat sama dengan induknya

Read more ...

Kamis, 14 September 2017

Rangkuman Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan


  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah reproduksi tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Reproduksi aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggunakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Reproduksi aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel dan setek. Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Reproduksi seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.
  5. Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Reproduksi aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji
  6. Tumbuhan paku (Pteridhophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit. Reproduksi seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin.Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora.
  7. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami reproduksi seksual dan aseksual pada satu kali siklus hidupnya. Reproduksi seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gametofit. Pada tahap sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Reproduksi lumut secara aseksual dapat melalui gemmae atau kuncup.
  8. Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  9. Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual melalui tunas, fragmentasi, dan partenogenesis.
  10. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar dan ovovivipar.
  11. Beberapa hewan dapat mengalami tahap reproduksi seksual dan tahap reproduksi aseksual dalam satu kali siklus hidup, misalnya pada ubur-ubur.
  12. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempuna dan metamorfosis tidak sempurna.
  13. Teknologi reproduksi pada hewan ialah melalui inseminasi buatan.
  14. Hewan dan tumbuhan terjaga kelangsungan hidupnya selain melalui reproduksi juga melalui peristiwa adaptasi dan seleksi alam
Read more ...

Rabu, 13 September 2017

Belajar HTML

Cara membuat komentar di HTML
Untuk membuat komentar di HTML, kita menggunakan awalan <!-- dan penutup -->


Membuat label
Untuk menambahkan label: postingan>edit entri>setelan entri, klik Label, beri label>selesai

Buka pengaturan Tata Letak>klik Tambahkan Gadget>cari Label>klik tanda + >beri judul label>klik simpan


Read more ...

Selasa, 12 September 2017

Cara Membuat Halaman Statis di Blogspot

Apa itu halaman statis?
Biasanya saat kita membuka halaman blogspot, maka halaman yang pertama ditampilkan adalah halaman yang berisi postingan-postingan berdasarkan urutan terakhir sebuah posting dipublikasikan.
Dengan membuat halaman statis maka tampilan halaman utama menjadi tidak pernah berubah.

Berikut ini langkah-langkah untuk membuat halaman statis:
I

  • login ke akun blogspot
  • pilih tab "Laman" di sebelah kiri
  • pilih "Laman baru"
  • isikan artikel yang ingin ditampilkan di halaman pertama
  • klik publish


II

  • pilih tab "Setelan"
  • pilih "Preferensi penelusuran"
  • klik "Edit" pada Pengalihan Khusus, akan muncul dua kolom. Kolom pertama (Dari) diisi denan "/" tanpa tanda petik. Kolom kedua (kepada) diisi dengan link Laman yang telah dibuat sebelumnya, contoh "/p/awal.html"
  • pilih Simpan
  • pilih Simpan perubahan


III

  • Lakukan pengaturan(Edit) pada Tata Letak
Read more ...

Materi IPA Kelas 9 Kurikulum 2013

Semester I I . Sistem Reproduksi  Pada Manusia Pembelahan sel Sistem reproduksi manusia Kelainan dan penyakit pada sistem ...

Designed Template By Blogger Templates - Powered by Sagusablog